Senin, 22 Juli 2013

LOGO PERUSAHAAN

Logo perusahaan adalah sebuah makna atau gambaran umum dari suatu tujuan perusahaan tersebut. Dibawah ini disajikan logo PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.

Gambar 1.1 Logo PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Arti dari simbol-simbol logo (Brand Values) tersebut yaitu:
·         Expertise – makna dari lingkaran sebagai simbol dari kelengkapan produk dan layanan dalam portofolio bisnis baru TELKOM yaitu TIME (Telecommunication, Information, Media & Edutainment).
·         Tangan yang meraih ke luar. Simbol ini mencerminkan pertumbuhan dan ekspansi ke luar. Empowering – memberdayakan stakeholders dalam  menggapai aspirasi mereka.
·         Jemari tangan. Simbol ini memaknai sebuah kecermatan, perhatian, serta kepercayaan dan hubungan yang erat. Assured - keyakinan dalam tindakan kita, nilai-nilai, dan jaringan yang meningkatkan kepercayaan  dan  loyalitas.
·         Kombinasi tangan dan lingkaran. Simbol dari matahari terbit yang maknanya adalah perubahan dan awal yang baru. Progressive - dan terdepan dalam teknologi, pemikiran, produk, dan customer service.

·         Telapak tangan yang mencerminkan kehidupan untuk menggapai masa depan. Heart - melayani dengan hati setiap kebutuhan dalam segala hal yang kita lakukan untuk kebutuhan stakeholders.

Program Telkom

1.1.1        Profil Perusahaan
PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. adalah perusahaan informasi dan komunikasi  serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap di Indonesia. Sejarah Telkom sebagai perusahaan penyedia layanan telepon tidak bergerak paling terkemuka di Indonesia berawal pada tahun 1856, yaitu pada saat pengoperasian telegrap elektromagnetik pertama di Indonesia oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Pada tahun 1974, PN Telekomunikasi dibagi menjadi Perumtel dan PT. INTI. Dan pada tahun 1980 Bisnis telekomunikasi internasional diambil alih oleh PT.Indonesian Satelite Corporation (Indosat).
Pada tahun 1991, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 1991, status Perusahaan diubah menjadi Perseroan Terbatas milik negara (“Persero”). Sebelum tahun 1995, operasi bisnis TELKOM dibagi ke dalam dua belas wilayah operasi, yang dikenal sebagai wilayah telekomunikasi atau witel. Setiap witel bertanggung jawab penuh terhadap seluruh aspek bisnis di wilayahnya masing-masing, mulai dari penyedia layanan telepon hingga manajemen dan keamanan properti.
Pada tanggal 14 Nopember 1995, Pemerintah melakukan penjualan saham TELKOM melalui penawaran saham perdana (Initial Public Offering) di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya (keduanya melebur menjadi Bursa Efek Indonesia pada tahun 2007). Saham TELKOM juga tercatat di NYSE dan LSE dalam bentuk American Depositary Shares (ADSs) dan ditawarkan pada publik di bursa Efek Tokyo dalam bentuk Public Offering Without Listing. TELKOM saat ini merupakan salah satu perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia.
Pada tahun 2001 Telkom mengakuisisi 35,0 % saham Indosat di Telkomsel sehingga menjadikannya pemegang saham mayoritas perusahaan seluler itu dengan kepemilikan 7,77 %.Indosat kemudian mengambil alih 22,5% saham TELKOM di satelindo dan 37,7 % saham TELKOM di PT. Lintasarta Aplikanusa. Pada saat yang bersamaan TELKOM kehilangan hak eksklusifnya sebagai penyelenggara  tunggal  jasa  telepon  tidak bergerak di Indonesia.
Kemudian pada tahun 2004 TELKOM meluncurkan layanan sambungan telepon langsung internasional tidak bergerak. Dan pada tahun 2005 Satelit TELKOM-2 diluncurkan untuk menggantikan seluruh layanan transmisi satelit yang sebelumnya dilayani oleh satelit Palapa B-4. Peluncurannya menjadikan total satelit yang telah diluncurkan oleh TELKOM menjadi delapan satelit termasuk satelit Palapa A-1.
Pada tahun 2009 TELKOM bertransformasi dari perusahaan Infocomm menjadi perusahaan penyelenggara TIME. Wajah baru TELKOM diperkenalkan kepada publik dengan menampilkan logo dan tagline baru Perusahaan “the world in your hand”.

Dan pada tahun 2010 TELKOM telah berhasil dirampungkan pada bulan 2010 untuk proyek kabel bawah laut JaKaLaDeMa dan serat kabel optik yang menghubungkan Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Denpasar dan  Mataram.